Fmipa Unlam Banjarbaru

Gedung 1 Fakultas Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam UNLAM Banjarbaru.

Ilkom Banjarbaru

Program Studi S1 Ilmu Komputer Pada Saat Kuliah.

Sistem Informasi Ilkom Banjarbaru

Jurusan Sistem informasi Ilmu Komputer Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Unlam Banjarbaru.

Jaringan Ilkom Banjarbaru

Jurusan Jaringan Ilmu Komputer Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Unlam Banjarbaru.

Multimedia Ilkom Banjarbaru

Jurusan Multimedia Ilmu Komputer Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Unlam Banjarbaru.

Minggu, 08 Juli 2012

Sejarah FMIPA UNLAM


Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Lambung Mangkurat dibuka dengan dasar pemikiran bahwa Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam sebagai induk dari ilmu pengetahuan dipandang perlu dalam suatu Perguruan Tinggi.
Pembukaan FMIPA bermula dari keinginan dan obsesi Rektor Unlam saat itu, Prof. H. Alfian Noor bahwa FMIPA harus dibuka dalam kurun waktu kepemimpinan beliau. Dan sebagai awal sebelum Fakultas dibentuk, maka dibuka terlebih dahulu Program Studi yang akan menjadi bagian dari FMIPA. Maka, pada tahun 1999Rektor mengeluarkan surat penugasan No:935/J08/PP/1999 tanggal 10 Mei 1999 untuk merevisi proposal pendirian Program Studi MatematikaFisika, Kimia dan Biologi Jurusan tersebut di FMIPA Universitas Lambung Mangkurat pada mulanya diketuai Prof.DR.Ir.Hj. Hakimah Halim, M.S.
Pada tanggal 9 Juni 1999, Rektor mengeluarkan Surat Keputusan No: 255/J08/OT/1999 untuk membentuk Unit Pelayanan MIPA Universitas Lambung Mangkurat yang dipimpin oleh Ir.H.Rachmadi HT.
Sebagai tindak lanjut Unit Pelayanan MIPA, pada tanggal 20 Oktober 1999 dengan surat no:2180/J08/PP/1999, Rektor mengirimkan proposal usulan pembukaan Program Studi yang telah direvisi serta usulan pembukaan FMIPA Universitas Lambung Mangkurat ke Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan dan Kebudayaan RI dan tembusan surat tersebut disampaikan ke konsorsium Ilmu-ilmu MIPA. Dengan usulan tersebut, maka pada tanggal 18 - 21 Januari 2000, telah datang tim kunjungan Komisi Disiplin Ilmu Matematika dan Sains Dewan Pendidikan Tinggi ke Universitas Lambung Mangkurat untuk melakukan proses penilaian.
Proses yang begitu panjang mulai membuahkan hasil, dengan dikeluarkannya Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional RI pada tanggal 25 Agustus 2000 tentang pembentukan Program Studi S1 Biologi No. 300/DIKTI/KEP/2000, Program Studi S1 Kimia No. 301/DIKTI/KEP/2000, Program Studi S1 Matematika No. 302/DIKTI/KEP/2000, sedangkan Program Studi Diploma III Fisika dibentuk oleh Surat Keputusan Rektor Unlam No. 427/J08/PP/2000 tanggal 28 Agustus 2000.
Dengan telah keluarnya surat keputusan pembukaan Program Studi seperti tersebut di atas, maka tahun ajaran 2000/2001 keempat Program Studi sudah mulai melakukan proses belajar mengajar dibawah koordinasi pengelolaan Dekan Fakultas Teknik Unlam dan berkampus di Komplek Unlam Banjarbaru. Berdasarkan SK Menteri Pendidikan Nasional RI nomor 147/O/2001 pada tanggal 11 September 2001 FMIPA resmi didirikan sebagai Fakultas ke-10 (sepuluh) di Universitas Lambung Mangkurat.
Keberadaan FMIPA Universitas Lambung Mangkurat semakin lengkap dengan keluarnya Surat Ijin penyelenggaraan dari Dikti tanggal 12 November 2004 tentang pendirian Studi S1 Fisika Melalui dana bersaing TPSDP dan Program Studi S1 Farmasi dengan surat izin penyelenggaraan dari DIKTI tanggal 7 Desember 2005.

Lambang dan Panji


Lambang

Lambang Unlam
  • Burung Enggang; Dalam fauna Indonesia burung Enggang Kalimantan bersifat dan berbeda paruhnya dengan burung-burung Enggang yang berada diSulawesi. Hidupnya di pohon-pohon besar, di tengah pulau dan bersarang pada pucuk pohon-pohon tersebut. Sayapnya kuat dan berbulu hitam serta berkilau yang terkadang nampak kebiru-biruan ketika terkenas sinar matahari. Kiasan dari burung Enggang ini adalah kekuasaan, dapat memandang jauh dan hitam yang mencerminkan kejiwaan.
  • Gong; Di seluruh nusantara, sejak zaman dahulu Gong tergolong sebagai alat pelengkap istana raja, disamping dipergunakan sebagai salah satu bunyi-bunyian (terutama dalam pasangan gamelan). Sebagai alat bunyi-bunyian yang bersifat memberi irama. Dizaman masa kerajaan-kerajaan dulu, gong digunakan juga sebagai alat penghimbau, alat mengelu-elukan rakyat dan alat untuk memberi alamat. Dimasa Lambung MangkuratPangeran Suryanata keluar dari laut dalam pertapaan dilakukan dengan sikap duduk diatas gong emas yang berlukiskan naga. Kiasan dari gong ini adalah alat hubungan dengan sejarah dan riwayat, alat kemegahan, dan alat memberi alamat (tanda-tanda).
  • Lipan; Lukisan lipan pada gong menandakan lambang dan simbol-sombol raja-raja Kalimantan dimasa terakhirnya kebanyakan adalah lipan.
  • Sinar; Dengan tidak menyimpangi arti lahir dan fungsi dari sinar, yakni pemberi kebahagiaan jiwa dan penerangan atau penyebaran ilmu kepada masyarakat. Kiasan dari sinar ini adalah sinar menimbulkan penerangan, penerangan menimbulkan ilmu dan akal, serta ilmu dan akal untuk kebahagiaan Nusa dan Bangsa.
  • Lingkaran berarti kebahagiaan.
  • Warna; Merah dan Putih melambangkan Nasionalisme; Kuning keemasan melambangkan kemegahan; dan Hitam melambangkan kejiwaan
  • Motto yang digunakan adalah motto Kalimantan Selatan, yakni Waja Sampai Kaputing yang berarti usaha sampai akhir (Volharding). Moto ini merupakan semboyan yang pernah digenderangkan oleh Pangeran Antasari dalam perjuangannya melawan penjajah.

[sunting]Panji

Universitas Lambung Mangkurat memiliki panji berbentuk bendera yang di tengah-tengah bendera tersebut terdapat lambang Universitas Lambung Mangkurat dengan warna dasar kuning (untuk tingkat universitas). Pembuat sekaligus penjahit Panji Universitas Lambung Mangkurat dilakukan oleh Hj. Aniah, istri dari salah satu perdiri Unlam Prof. H. Abdoel Rivai. Dikarenakan usia Panji ini sudah cukup tua dan dinilai sangat bersejarah, maka akhirnya diabadikan di salah satu museum yang ada di Kalimantan Selatan, tepatnya di Museum Lambung Mangkurat di Kota Banjarbaru sebagai salah satu arsip daerah Kalimantan Selatan. Setiap fakultas yang terdapat di Universitas Lambung Mangkurat memiliki warna panji yang berbeda-beda, yaitu :

Kampus Unlam


Banjarmasin

Denah Unlam Banjarmasin.
Kampus Banjarmasin merupakan Kampus Utama dari Universitas Lambung Mangkurat yang terletak di Jl. H. Hasan Basry Kel. Banjarmasin Utara Kota Banjarmasin. Fakultas yang berada di kampus ini adalah Fakultas Ekonomi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu PolitikFakultas Hukum, dan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Disamping Fakultas tersebut ada pula beberapa Program Pascasarjana di Kampus Banjarmasin.

[sunting]Banjarbaru

Rektorat Unlam di Kampus Banjarmasin
Kampus Banjarbaru merupakan Kampus kedua dari Universitas Lambung Mangkurat yang terletak di Jl. Ahmad Yani KM. 35 - 36 Simpang Empat Kota Banjarbaru. Fakultas yang berada di kampus ini adalah Fakultas Teknik, Fakultas Pertanian, Fakultas KehutananFakultas PerikananFakultas Kedokteran, dan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam.

[sunting]Fakultas & Program Pascasarjana

Universitas Lambung Mangkurat memiliki 10 fakultas, yaitu:
 
Selain Fakultas Universitas Lambung Mangkurat juga memiliki 13 Program Pascasarjana, yaitu :

Rektor Unlam


Rektor merupakan pimpinan lembaga perguruan tinggi, sebagaimana Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional 2009Rektor adalah pimpinan tertinggi perguruan tinggi yang berkewajiban memajukan ilmu pengetahuan di masing-masing institusi melalui pendidikan dan penelitian, serta memberikan kontribusi maksimal kepada hal layak luas.
Pada tahun 1950-an dipakai istilah Presiden Universitas untuk menyebut pemimpin universitas namun Presiden RI saat itu, Soekarno, merasa keberatan karena menurutnya hanya ada satu Presiden diIndonesia, yakni Presiden RI sehingga kemudian istilah yang dipakai secara umum adalah Rektor.
Berikut adalah Pimpinan Unlam, sejak dari berdirinya sampai dengan sekarang :
No.FotoNamaDariSampaiKeterangan
1.Letkol. H. Hasan Basry19601963 
2.Milono19631967 
3.Drs. H. A.A. Malik19671971 
4.Prof. Anwari Dilmy19711979 
5.Prof. H. M. Kustan Basri19791987 
6.Prof. Ir. H. Supardi19871996 
7.Prof. Ir. H. Yus'a Anward, MS6 Februari24 Mei 1996 
8.Prof. H. Alfian Noor24 Mei 1996200524 Mei 1996 - 8 Maret 1997 menjadi Pejabat Sementara, sedangkan baru pada periode 1997 - 2001 dan 2001 - 2005 menjadi Reltor
9.Prof. Ir. H. Muhammad Rasmadi, MS20052010 
10.Prof. Dr. Ir. Yusuf Sudo Hadi, M.Agr20102010menjadi Pejabat Sementara 
11.Prof. Dr. Ir. H. Muhammad Ruslan, M.S.2010sekarang 

Sejarah Universitas Lambung Mangkurat 1


Berdirinya Universitas Lambung Mangkurat yang biasa disingkat Unlam berawal dari yayasan Akademi Perniagaan Kalimantan dengan Akte Notaris Nomor 24 tanggal 21 September 1956. "Akademi Perniagaan Kalimantan" (APK) yang kemudian didirikan atas prakarsa Milono selaku Gubernur Kalimantan pada tahun 1957, APK sendiri didirikan dengan tujuan ikut serta dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, mengembangkan dan menyebarkan luaskan ilmu pengetahuan, teknologi dan kesenian serta menyiapkan mahasiswa menjadi anggota masyarakat yang berkemampuan akademik dan profesional, beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa terutama di daerah Kalimantan
Selanjutnya atas inisiatif dan prakarsa dari para tokoh masyarakat serta pejuang kemerdekaan Republik Indonesia di Kalimantan Selatan yang pada tanggal 3 - 10 Maret 1957 mengadakan reuni KesatuanTentara Nasional Indonesia Divisi Lambung Mangkurat di desa NiihKabupaten Hulu Sungai Selatan. Reuni ini bertujuan untuk memperingati Proklamasi Gubernur Militer ALRI Divisi IV Kalimantan, sekaligus membicarakan pembangunan daerah Kalimantan. Salah satu hasil dari pertemuan tersebut adalah terbentuknya Dewan Lambung Mangkurat yang di antara beberapa rencana kerjanya mendirikan sebuahperguruan tinggi di Kalimantan dengan nama Universitas Lambung Mangkurat
Sebagai realisasi dari rencana Dewan Lambung Mangkurat tersebut, pada pertengahan tahun 1958 dibentuklah Panitia Persiapan Pembentukan Universitas Lambung Mangkurat. Dan pada tanggal 21 September 1958, Panitia dapat meresmikan berdirinya Universitas Lambung Mangkurat (dulu disingkat ULM, sekarang disingkat Unlam) dengan Presiden Universitas (sekarang, rektor) adalah Letkol. H. Hasan Basry, Wakil Presiden adalah Abdul Wabab Syahranie, dan Sekretaris Drs. Aspul Anwar. Pada mula berdirinya Universitas Lambung Mangkurat masih berstatus swasta dibawah naungan Yayasan Pendidikan Lambung Mangkurat yang pada waktu itu diketuai oleh H. Maksid (Mantan Gubernur KDH Kalimantan Selatan). Awalnya Universitas Lambung Mangkurat hanya terdiri atas Fakultas HukumFakultas Ekonomi,Fakultas Sosial dan PolitikFakultas Islamologi, serta Kursus-kursus B I dan B II. Dengan terbentuknya Universitas Lambung Mangkurat, maka tugas Panitia yang dibentuk oleh Dewan Lambung Mangkuratsudah berakhir dan selanjutnya diserahterimakan kepada Yayasan Perguruan Tinggi Lambung Mangkurat yang didirikan dengan Akte Notaris Nomor 57 tanggal 12 Februari 1959. Serah terima ini diketahui olehH. Maksid (Kepala Daswati I Kalimantan Selatan).
Setelah berjalan kurang lebih 2 tahun, Pemerintah Republik Indonesia melalui Peraturan Pemerintah Nomor : 41 tahun 1960 tertanggal 29 Oktober 1960, meresmikan Unlam sebagai Universitas Negeri pada tanggal 1 November 1960 yang diresmikan oleh Menteri Pendidikan, Pengajaran dan Kebudayaan (dulu, sekarang bernama Menteri Pendidikan Nasional. Pada saat peresmian itu Universitas Lambung Mangkurat memiliki 4 fakultas, yaitu Fakultas HukumFakultas EkonomiFakultas Sosial dan Politik (dulu, sekarang Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, dan Fakultas PertanianFakultas Pertanian itu sendiri baru berdiri pada tanggal 3 Oktober 1961 di BanjarbaruFakultas Pertanian sendiri berdiri berkat kerjasama antara Yayasan Perguruan Tinggi Lambung Mangkurat dan Pimpinan Fakultas Pertanian Universitas Indonesia di Bogor. Sedangkan Fakultas Islamologi diserahkan kepada Fakultas Syariah IAIN Yogyakarta pada tanggal 15 Januari 1961, yang membuka cabang di Banjarmasin. Pada perkembangannyaFakultas Syariah IAIN Yogyakarta berubah menjadi IAIN AntasariKursus-kursus B I dan B II sendiri, melalui pertimbangan oleh Kepala Perwakilan Departemen Pendidikan, Pengajaran dan KebudayaanKalimantan Selatan pada waktu itu kepada Presiden Unlam (sekarang Rektor Unlam) pada tanggal 4 November 1961 ditingkatkan menjadi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan.
Meski Universitas Lambung Mangkurat sudah ditingkatkan statusnya menjadi Universitas negeri, pembiayaan untuk penyelenggaraan perkuliahan dan administrasinya tetap didanai oleh Yayasan Perguruan Tinggi Lambung Mangkurat. Dengan bantuan tersebut banyak didatangkan dosen-dosen dari Surabaya dan Yogyakarta. Selain itu, Yayasan juga membangun gedung baru pada tahun 1960 yang berlokasi diBanjarbaru. Rencananya bangunan tersebut ditempati oleh Fakultas HukumFakultas EkonomiFakultas Sosial dan Politik, dan Fakultas Pertanian. Namun hanya Fakultas Pertanian yang menempati gedung baru tersebut, sedangkan Fakultas yang lain menyelenggarakan perkuliahan di gedung lama di Banjarmasin.
Pada tahun 1964 dibentuk fakultas baru, yaitu Fakultas Kehutanan dan Fakultas Perikanan yang berlokasi di Banjarbaru. Sedangkan baru pada tahun 1965 dibentuklah Fakultas Teknik di lokasi yang sama.
Sampai pada tahun 1965, Unlam didanai oleh Yayasan. Dan sampai pada tahun ini pula tenaga pengajar yang diterbangkan. Setelah tahun 1965 Yayasan tidak lagi mendanai Unlam, dikarenakan mengalami masalah keuangan. Kemudian Unlam diambil alih oleh Pemerintah Daerah Tingkat I.
Secara implisit oleh para pendirinya, Unlam dicita-citakan menjadi faktor penggerak pembangunan (agent of development) di kawasan Kalimantan, baik dari konsepsi/wawasan pembangunan maupun penyedia sumber daya manusia. Dengan Cita-cita tersebut maka Universitas Lambung Mangkurat tidak terpisahkan dari hasrat masyarakat Kalimantan untuk pembangunan Pulau Kalimantan sebagai bagian dari Republik Indonesia, agar segala potensi yang di miliki pulau ini dapat menjadi sumber kemakmuran bangsa. Berdasar hal tersebutlah maka Unlam dapat dikatakan sebagai "Universitas Perjuangan".

Sejarah Universitas Lambung Mangkurat


Universitas Lambung Mangkurat berdiri atas inisiatif dan jasa pejuang kemerdekaan Republik Indonesia di Kalimantan Selatan, yaitu mereka yang pada tanggal 17 Mei 1949 memproklamasikan Pemerintahan Gubernur Militer ALRI Divisi IV Kalimantan, di bawah pimpinan Gubernur Militer Hasan Basry, sebagai upaya menegakkan kemerdekaan. Pada waktu reuni Kesatuan Tentara Nasional Indonesia Divisi Lambung Mangkurat di Desa Niih, Kandangan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan pada tanggal 3 – 10 Maret 1957, mereka membentuk “Dewan Lambung Mangkurat” dengan beberapa rencana kerja, antara lain mendirikan perguruan tinggi di Kalimantan. Sebagai realisasi dari rencana Dewan Lambung Mangkurat pada pertengahan tahun 1958 dibentuk Panitia Persiapan Pendirian Universitas Lambung Mangkurat, dengan susunan sebagai berikut : Pendiri :Pelindung/Penasehat :
  1. K.H. Idham Chalid
  2. Ir. P. Muhammad Noor
  3. Kol. Kusno Utomo
  4. Milono
  5. Mr. Burhanuddin
  6. H.M. Hanafiah
Ketua Umum : Letkol H. Hasan Basry Ketua I: Sarkawi Ketua II : H. Maksid Ketua III : Tjilik Riwut Sekretaris Umum :Notaris Kho Boen Tian Sekretaris I : Drs. Aspul Anwar Sekretaris II : Drs. Baderun Aran Sekretaris III : Drs. A.D. Patianom Bendahara I : Djantera Bendahara II : W.A. Narang Pembantu Umum :
  1. A. Sinaga
  2. Drs. Tan Tjin Kie
  3. Mr. Soejono Hadidjoyo
  4. Mr. Ong Tjong Hauw
  5. H. Abdurrachman Ismail, M.A.
  6. Agus Ibrahim
  7. Abduoerrivai, B.A.
Akhirnya, pada tanggal 21 September 1958, Panitia berhasil meresmikan berdirinya Universitas Lambung Mangkurat dengan susunan kepemimpinan: Presiden Universitas : Letkol H. Hasan Basry Wakil Presiden : Mayor Abdul Wahab Syahranie Sekretaris : Drs. Aspul Anwar Pada awal berdirinya Universitas Lambung Mangkurat terdiri atas empat fakultas yaitu:
  1. Fakultas Hukum
  2. Fakultas Ekonomi
  3. Fakultas Sosial dan Politik
  4. Fakultas Islamilogi
Setelah Universitas Lambung Mangkurat (swasta) berjalan dua tahun, tepat pada tanggal 1 Nopember 1960 Pemerintah Republik Indonesia meresmikan Universitas Lambung Mangkurat sebagai perguruan tinggi negeri (PTN), berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 41 tahun 1960 yang memiliki empat fakultas yaitu:
  1. Fakultas Hukum
  2. Fakultas Ekonomi
  3. Fakultas Sosial dan Politik
  4. Fakultas Pertanian

Minggu, 01 Juli 2012

Lagu Mars Unlam

MARS UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT

Waja Sampai Kaputing

Semboyan menyala dalam dada mahasiswa
Berlomba capai cita2
Jadi insan Pancasila
Lambung mangkuraaaat..
Universitas kami
Tempat kami berbakti
Waja sampai kaputing
Waja sampai kaputing
Motto..pegangan
pantang melangkah mundur
Usaha sampai Akhir


Mars
Universitas lambung Mangkurat
pendidik putra putri bangsa
pancasila dan Undang2 Dasar 45
sebagai dasar perjuangan
Ku tlah selalu siap sedia
memberi ilmu pengetahuan
demi Indonesia raya
membangkitkan jiwa kebangsaan
wahai putra Indonesia
Engkaulah harapan Bangsa
Wahai mahasiswa siapkan dirimu
Engkaulah pemimpin masa depan
Semangat waja sampai kaputing
majulah terus pantang mundur
Jadilah ksatria Bangsa
Berbaktilah pada Negara Indonesia



Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More